Pentingkah Nilai Dalam Suatu Proses Pendidikan?
Oleh Fajar Rahmat Agustian

By SMKN 1 SEKAMPUNG 06 Okt 2020, 19:15:58 WIB Pendidikan
Pentingkah Nilai Dalam Suatu Proses Pendidikan?

Gambar : Pentingnya Nilai


Dalam sebuah proses pendidikan, ada suatu standar yang digunakan untuk dijadikan parameter atau indikator untuk mengukur sejauh mana target pendidikan dicapai. Standar itulah yang biasa kita sebut dengan 'nilai'. Kata nilai dalam bahasa Inggris disebut Value, sedangkan dalam bahasa latin disebut dengan Valere. Secara bahasa, nilai dapat diartikan sebagai harga. Namun lebih dari itu, definisi nilai bisa dijabarkan lebih luas dan berkaitan dengan sesuatu yang berharga dalam kehidupan manusia. Dalam konteks Pendidikan, Nilai juga dapat diartikan suatu angka yang dicapai dengan syarat minimal yang telah ditentukan atau biasa disebut dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Ada yang berpandangan bahwa nilai tidak dapat dijadikan tolak ukur utama dalam menentukan apakah seseorang paham atau tidak suatu ilmu. Karena untuk menilai pehamaman seseorang diperlukan indikator-indikator lain, tidak hanya sebatas pada sebuah angka atau huruf pada selembar kertas ujian. Mengutip dalam suatu film yang berjudul "You Are The Apple Of My Eye" bahwa "kita bisa hidup 10 tahun lagi tanpa harus tau apa itu log". Iya Log yang dimaksud disini adalah Logaritma yang merupakan salah satu Materi di Pelajaran Matematika.

Ada juga yang berpandangan bahwa nilai pada secarik kertas tidaklah menggambarkan karakter positif yang dimiliki sang pemilik nilai. Pandangan ini memandang bahwa karakter positiflah yang merupakan goals dari pendidikan, tidak hanya sebuah nilai, yang penilaiannya cenderung parsial.

Ada juga yang memandang bahwa nilai adalah segalanya. Pandangan ini didasarkan pada pandangan masyarakat umum yang lebih menghargai dan menitikberatkan nilai, bahwa nilai merupakan indikakor kesuksesan seorang penuntut ilmu.

Saya menghargai dan mengangkat topi setinggi-tingginya kepada mereka yang memandang bahwa nilai tinggi itu perlu dan penting. Sebagai wujud pertanggungjawaban kita sebagai manusia yang sudah menginjakkan kaki di bangku sekolah atau perkuliahan. Saya sependapat dengan Anda, karena salah satu prinsip saya juga begitu.

Namun saya juga terkadang berpandangan bahwa nilai itu tidak begitu penting untuk kehidupan. Daya juang untuk mendapatkan nilai tinggi tak akan sebanding dengan perjuangan kita melawan arus dan menerjang badai lika-liku kehidupan. Karena itu, kadang saya merasa ilmu kehidupan jauh lebih penting daripada ilmu sekoalah atau mata kuliah.

Sebenarnya, apa pun pandangan kita terhadap urgensi nilai dalam sebuah proses pendidikan, kehidupan bersekolah dan berkuliah akan terus berlanjut. Dan ketika kita memilih untuk duduk di bangku sekolah atau kuliah, seketika tanggungjawab sebagai insan intelektual jatuh pada diri kita. Yang tanggungjawab tersebut harus diwujudkan dan dibentuk dalam keseharian.

Ketika kita telah memilih untuk memutuskan mengenyam pendidikan di bangku Sekolah, sudah menjadi kewajiban dan konsekwensi kita bahwa kita harus mendapat nilai tinggi sebagai bentuk pertanggungjawaban menjadi seorang siswa.

Ada sebuah persepsi yang harus diluruskan. Bahwa setiap aspek penilaian pendidikan itu tidak bisa diurai satu per satu. Karakter positif, nilai yang tinggi, dan kemampuan menjadi satu paket yang harus dimiliki setiap siswa atau mahasiswa. Dalam bahasa lainnya kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Adalah sebuah kekeliruan apabila kita menitikberatkan pada salah satu aspek saja. Misal afektif. Kita memandang karakter adalah yang terpenting dan terutama, sedangkan kognitif (nilai) tidak begitu penting.

Ketiga aspek tersebut menjadi kesatuan yang utuh yang harus dimiliki setiap orang yang bersekolah atau berkuliah. Ketiganya harus menjadi fokus utama, tanpa memilah dan memandang salah satu lebih penting.

Nilai tinggi memang bukanlah ukuran segalanya dalam pendidikan, tetapi usaha yang tinggi akan menghasilkan nilai yang tinggi pula. belajar bertanggung jawab sejak sekolah akan membuat kita menjadi terbiasa bahkan memiliki budaya bertanggung jawab kepada diri sendiri atas status kita sebagai seorang siswa. Hidup memang harus ideal, termasuk dalam memposisikan atau memandang nilai dalam proses pendidikan kita. janganlah terlalu abai dan acuh terhadap nilai yang sudah menjadi tanggung jawab kita. Dan jangan pula menganggap nilai adalah segalanya secara berlebihan.

Terima Kasih.

Mohon maaf bila ada kesalahan.

~Tak perlu terlalu terang, cukup selalu ada dan tak kunjung padam~




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment